Lintas Berita Nasional | Indo News Archive: Nasional
Dikira Usir Pejabat KAI dalam Video Viral Oleh Seskab Teedy, Ini Penjelasannya !

Dikira Usir Pejabat KAI dalam Video Viral Oleh Seskab Teedy, Ini Penjelasannya !


Video Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indrawijaya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto menjajal LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai viral di media sosial.


Dikutip dari Youtube Tribunnews.com pada 17 September 2026, dalam video yang beredar, Teddy terlihat meminta sejumlah pejabat PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk keluar dari gerbong LRT.


Potongan video tersebut kemudian memunculkan narasi bahwa Seskab Teddy mengusir sejumlah petinggi KAI dari gerbong saat Prabowo melakukan perjalanan menggunakan LRT Jakarta pada Rabu (16/9/2026).


Namun, narasi tersebut kemudian dibantah.


Seskab Teddy Disebut Sedang Atur Area untuk Pengguna Kursi Roda


Klarifikasi mengenai video tersebut disampaikan melalui akun Instagram @catatanseskab pada Kamis (17/9/2026).


Dalam unggahannya, pihak Seskab menjelaskan bahwa tindakan Teddy bukan untuk mengusir pejabat KAI dari gerbong.


Teddy disebut sedang mengatur posisi penumpang dan memberikan ruang bagi pengguna kursi roda.


Langkah tersebut dilakukan agar penyandang disabilitas yang berada di bagian belakang dapat bergerak maju dan berada lebih dekat dengan Presiden Prabowo.


"Pak Seskab justru sedang menyediakan space agar pengguna kursi roda di belakang bisa maju, lebih dekat, dan berbincang langsung dengan Pak Presiden," tulis akun tersebut.


Dengan demikian, potongan video yang beredar dinilai tidak menggambarkan keseluruhan kejadian yang berlangsung di dalam gerbong.


Ada Kejadian yang Tidak Terekam Kamera


Pihak Seskab juga menjelaskan bahwa video yang beredar hanya memperlihatkan sebagian kecil dari rangkaian peristiwa.


Menurut klarifikasi tersebut, terdapat kejadian lain di luar jangkauan kamera yang menjadi konteks tindakan Teddy saat itu.


Karena hanya berupa potongan video, muncul narasi yang berbeda mengenai maksud Teddy meminta sejumlah orang bergeser atau keluar dari area tertentu di dalam gerbong.


Klarifikasi tersebut sekaligus meminta publik melihat konteks kejadian secara utuh sebelum menarik kesimpulan dari video yang beredar di media sosial.


Pramono Anung Puji Bantuan Seskab Teddy


Di tengah ramainya video tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung justru memberikan apresiasi terhadap peran Seskab Teddy dalam agenda Presiden Prabowo di LRT Jakarta.


Pramono menyebut Teddy banyak membantu dalam persiapan kegiatan yang berkaitan dengan rencana peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai.


Prabowo Jajal LRT Kelapa Gading-Manggarai


Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menjajal layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9/2026).


Dalam agenda tersebut, Prabowo didampingi sejumlah pejabat dan pihak terkait.


Perjalanan itu menjadi bagian dari kegiatan Presiden untuk melihat langsung layanan transportasi publik tersebut.


Video yang memperlihatkan interaksi Teddy dengan sejumlah pejabat KAI kemudian menjadi viral dan memunculkan beragam tafsir.


Namun, berdasarkan klarifikasi dari pihak Seskab, tindakan Teddy dalam video tersebut disebut berkaitan dengan pengaturan posisi pengguna kursi roda agar dapat berada lebih dekat dengan Presiden.


Sementara itu, informasi mengenai konteks lengkap kejadian tetap merujuk pada klarifikasi pihak yang berada di lokasi, karena potongan video yang beredar tidak merekam seluruh rangkaian peristiwa. (TREND TRIBUN)

Sekolah Negeri Tolak MBG Akan Kehilangan Dana BOS? Begini Penjelasan Kepala BGN !

Sekolah Negeri Tolak MBG Akan Kehilangan Dana BOS? Begini Penjelasan Kepala BGN !


Polemik soal sekolah negeri yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membeberkan aturan terbaru mengenai sekolah yang tidak menerima program tersebut.


Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI pada Kamis (17/9/2026), Sudaryono menyampaikan bahwa sekolah negeri pada prinsipnya boleh menolak MBG.


Namun, keputusan tersebut tidak bisa dilakukan hanya oleh sebagian siswa atau orang tua.


Untuk sekolah negeri, keputusan menerima atau menolak MBG harus menjadi kesepakatan sekolah bersama seluruh wali murid.


Jika menerima, maka seluruh siswa menerima.


Sebaliknya, jika menolak, maka penolakan berlaku untuk seluruh siswa di sekolah tersebut.


Ketentuan sementara ini disebut merupakan hasil pembahasan BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.


Bukan Berarti Tolak MBG Otomatis Kehilangan BOS


Pernyataan mengenai dana BOS kemudian menimbulkan pertanyaan: apakah sekolah negeri yang menolak MBG akan kehilangan bantuan operasional?


Dari keterangan Sudaryono, persoalannya tidak sesederhana itu.


Sudaryono menjelaskan bahwa terdapat sekolah yang menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memang menolak bantuan dana BOS.


Sekolah-sekolah semacam itu termasuk dalam 1.653 satuan pendidikan yang dikeluarkan dari kriteria penerima MBG.


Mayoritas sekolah yang dikeluarkan merupakan sekolah internasional, satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi tertentu, serta sekolah yang dinilai sudah mandiri secara finansial.


Dengan demikian, keterangan tersebut tidak sama dengan aturan bahwa sekolah negeri yang menolak MBG akan otomatis dicabut dana BOS-nya.


Justru dari penjelasan BGN, terdapat sekolah yang sebelumnya memang sudah tidak membutuhkan atau menolak BOS.


Dalam kondisi seperti itu, BGN kemudian mempertimbangkan apakah sekolah tersebut juga membutuhkan MBG


Sekolah Negeri Harus Satu Suara


Sudaryono mencontohkan kemungkinan adanya sekolah negeri dengan kondisi ekonomi orang tua siswa yang dinilai sudah cukup.


Dalam situasi tersebut, sekolah dapat menyatakan tidak membutuhkan MBG.


Namun, keputusan itu harus disepakati bersama.


BGN tidak menginginkan dalam satu sekolah ada sebagian siswa menerima makanan MBG sementara sebagian lainnya tidak.


Menurut Sudaryono, pertimbangannya bukan semata soal suka atau tidak suka terhadap program MBG, tetapi juga kondisi pendidikan dan lingkungan sosial di sekolah.


Aturan tersebut membuat posisi sekolah negeri berbeda dengan keputusan individual siswa.


Artinya, orang tua tidak bisa secara sepihak membuat sebagian siswa dalam satu sekolah tetap menerima MBG sementara siswa lainnya tidak, tanpa adanya kesepakatan yang sesuai dengan ketentuan tersebut.


BGN Sudah Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan


Dalam perkembangan terbaru, BGN menyatakan telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar sasaran penerima MBG.


BGN menyebut mayoritas di antaranya merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah yang sudah mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada BOS.


Selain itu, Sudaryono juga menyebut terdapat sekolah negeri maupun swasta yang menurut data Kemendikdasmen menolak bantuan BOS dan termasuk dalam daftar satuan pendidikan yang dikeluarkan dari sasaran MBG.


Artinya, hubungan BOS dan MBG dalam penjelasan BGN lebih berkaitan dengan karakteristik serta status sekolah sebagai penerima bantuan, bukan aturan otomatis bahwa penolakan MBG menyebabkan dana BOS dicabut.


Sementara itu, BGN tetap membuka ruang bagi sekolah yang memang membutuhkan MBG untuk menerima program tersebut.


Untuk sekolah negeri, prinsip yang saat ini ditegaskan adalah keputusan harus diambil secara bersama: menerima untuk seluruh siswa atau menolak untuk seluruh siswa.


Karena itu, isu mengenai “sekolah negeri yang menolak MBG tak akan mendapat dana BOS” perlu dipahami secara hati-hati.


Berdasarkan keterangan yang disampaikan BGN, yang disebut adalah adanya sekolah yang sudah menolak BOS dan kemudian tidak masuk dalam sasaran MBG, bukan ketentuan bahwa menolak MBG otomatis membuat sekolah kehilangan BOS. (TRIBUNMAKER)

Dibohongi Pasutri Yang Ngaku Tinggal Di Kuburan, Dedi Mulyadi Terlanjur Siapkan Dana 20 Juta

Dibohongi Pasutri Yang Ngaku Tinggal Di Kuburan, Dedi Mulyadi Terlanjur Siapkan Dana 20 Juta


Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buka suara soal kabar viral pasutri Bandung tinggal dalam kuburan. Tak ingin cepat percaya, Dedi Mulyadi lantas menemui pasutri tersebut dan mengungkap fakta sebenarnya.


Seperti diketahui, baru-baru ini viral pasangan suami istri mengaku tinggal di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Pandu, Kota Bandung. Video itu viral setelah diunggah oleh akun YouTube "Sang Penjelajah Amatir".


Dalam tayangan tersebut, pemilik akun memperlihatkan kondisi bangunan semipermanen (gubukan seng) di belakang nisan kuburan yang disebut-sebut sebagai tempat tinggal pasutri bernama Dadang Mulyo (60) dan Yanti Kurnianti (47).


Benar saja, viralnya video itu langsung memicu rasa kemanusiaan netizen, tokoh publik Dedi Mulyadi bahkan langsung merespons cepat. Orang nomor 1 di Jawa Barat itu langsung menyiapkan anggaran pribadinya sebesar Rp20 juta yang awalnya diniatkan untuk menyewakan kontrakan dan memberi modal usaha bagi pasutri tersebut.


Saat ditelusuri lebih lanjut oleh pihak pengelola makam, Satpol PP, hingga Dedi Mulyadi sendiri, ditemukan fakta bahwa bangunan 8x1,5 meter itu sebenarnya bukanlah rumah dari Dadang dan Yanti. Tempat itu hanyalah tempat penyimpanan alat kerja bersorong dan area istirahat siang agar Dadang tidak perlu bolak-balik.


Setelah mengetahui fakta itu, Dedi Mulyadi langsung buka suara. Melalui unggahan akun Instagramnya @dedimulyadi71, Dedi mengungkap fakta sebenarnya soal pasutri yang ngaku tinggal di kuburan.


Dedi menjelaskan bahwa pasutri tersebut sebenarnya memiliki rumah. Namun, bapak tersebut terpaksa membuat tenda di kuburan karena sehari-hari kerja di tempat itu.


"Ini warga kota Bandung yang kemarin mendapat berita bahwa mereka rumahnya di kuburan, tetapi sebenarnya ibu ini punya rumah. Bapak ini kerja bersih-bersih kuburan.


"Daripada bolak-balik akhirnya tinggal di kuburan. Tapi bapak rumahnya bukan di Kuburan?" tanya Dedi.


"Bukan, saya ikut istri, punya (rumah)," ujar pria tersebut.


Awalnya, Dedi ingin menyewakan kontrakan untuk pasutri itu selama 10 tahun. Namun, karena pasutri itu memiliki rumah sendiri, maka Dedi memilih memberian uang tunai Rp40 juta untuk merenovasi rumah.


"Ya sudah, yang memposting itu saya juga mengucapkan terima kasih, kalau tidak ada postingan itu saya tidak bertemu ibu dan bapak."


"Tadinya mau saya kontrakin 10 tahun, Rp10 juta untuk bekal (hidup)."


"Tapi karena ibunya punya rumah, rumahnya yang harus diperbaiki, jadi rumah kontrakannya untuk bangun rumah, asalnya Rp20 juta ditambah lagi Rp20 juta jadinya Rp40 juta. supaya ibu punya rumah yang layak. Bapak tetap kerja di kuburan," ujar Dedi Mulyadi.


Dedi Mulyadi buka suara soal pasutri yang ngaku tinggal di kuburan, netizen ramai memberi komentar. Banyak yang memuji kepedulian Dedi.


"Wah pak dedy emang paling gercep soal jabar," tulis akun @vel****.


"Sat set bapa aing KDM," tambah akun @ric****.


"Alhamdulillah terimakasih bapak aing," timpal akun @her***.(GRID ID)

Kasus Rusuh 27 Agustus 2026, Prabowo Buka Suara Siapa Dibalik Peristiwa Tersebut

Kasus Rusuh 27 Agustus 2026, Prabowo Buka Suara Siapa Dibalik Peristiwa Tersebut


Presiden RI Prabowo Subianto menjawab pertanyaan terkait laporan intelijen ke dirinya soal dugaan aktor intelektual di balik kerusuhan 27 Agustus lalu.


Hal itu disampaikannya saat  mengundang sejumlah pimpinan redaksi dan pengamat ke kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) beberapa waktu lalu.


Prabowo mulanya menyampaikan bahwa korupsi harus musnah dari bumi Indonesia. Ia mengatakan, upaya itu pun pasti akan mendapatkan perlawanan dari para koruptor.


Setelahnya, salah seorang peserta diskusi, Rivana Pratiwi, kembali bertanya kemungkinan para koruptor itu melawan dan berada di balik kericuhan tersebut.


"Ya, jadi saya sudah menyampaikan Indonesia selamat kalau kita bisa berantas korupsi, ya jelas koruptor-koruptor enggak suka kan?" kata Prabowo dalam forum yang menjadi bagian dari Program Presiden Prabowo Menjawab, Jumat (18/9).


"Berarti mereka yang mengerahkan massa-massa itu pak? Yang ingin merusak situasi?" tanya balik Rivana.


"Ya kira-kira?" tanya balik Prabowo menimpali pertanyaan yang dilemparkan kepadanya.


Prabowo juga menyampaikan bahwa ia turut menerima informasi adanya dugaan aliran dana di balik kericuhan.


Ia mengklaim anak-anak di bawah umur telah ditipu daya oleh oknum untuk membuat ricuh. Itu, kata dia, pun sudah diakui sejumlah anak-anak itu bahwa mereka dijanjikan sesuatu.


"Anak-anak itu kalau kita kumpulkan ngaku, dibayar Rp100 ribu, dijanjikan Rp200 ribu, disuruh ini disuruh itu, ada yang dikasih obat dan sebagainya," ucap dia yang juga Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut..


Pada saat itu, Prabowo juga ditanyakan dugaan lawan politiknya di balik kerusuhan ini.


Namun, ia tidak menjawab tegas. Ia hanya mengatakan jika hendak memberantas narkoba, maka mafia narkoba takkan diam dan pasti akan melawan balik.


Ia pun mengaku pemerintah tengah memburu aktor intelektual di balik kericuhan, dan mengklaim sudah mulai menemukan titik terang.


"Kita sudah ke arah situ," kata dia. (CNN INDONESIA)


Kerap Kritik Pemerintah, Prabowo sindir Pakar : Saking Pintarnya Jadi Goblok !

Kerap Kritik Pemerintah, Prabowo sindir Pakar : Saking Pintarnya Jadi Goblok !


Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik terhadap sejumlah pihak yang disebutnya sebagai pakar, tetapi kerap menyampaikan tudingan yang dinilai tidak berdasar.


Prabowo bahkan menyebut ada pakar yang justru menjadi "goblok" karena merasa terlalu pintar.


Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9).


"Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok. Ini masalahnya di tengah kawan-kawan sejati," kata Prabowo.


Prabowo kemudian mengaitkan pernyataannya dengan latar belakang PAN yang dinilainya memiliki basis agamis. Dia menyinggung ajaran Islam mengenai fitnah dengan mengutip Surah Al-Baqarah ayat 191.


"Tapi benar PAN kan ada basis agamis. Kalau tidak salah ada hadis yang bunyinya fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, surat Al-Baqarah ayat 191," ucap Prabowo.


Menurut Prabowo, terdapat sejumlah orang yang menggunakan status sebagai pakar untuk menyampaikan tudingan yang dia kategorikan sebagai fitnah. Meski demikian, dia mengatakan tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut dan memilih mencatatnya.


"Ada beberapa pakar, saking pakarnya dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah, kita bangsa besar, kuat, saya pun mencatat saja," ujarnya.


Prabowo juga menekankan pentingnya kejujuran intelektual bagi seseorang yang memiliki kapasitas sebagai cendekiawan atau pakar. Menurut dia, kemampuan intelektual semestinya disertai dengan sikap jujur dalam menyampaikan pandangan.


"Kalau Anda mempunyai kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual," tegasnya.


Dia kemudian menyinggung pihak yang disebutnya mengabdikan diri kepada kepentingan bangsa lain. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika berbicara mengenai sikap dan loyalitas dalam menjalankan kepakaran.


"Apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain," beber Prabowo.


Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengabdikan diri kepada negara dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Dia mengungkapkan, ingin melihat Indonesia menjadi negara yang dihormati sekaligus memastikan tidak ada rakyat yang hidup dalam kondisi kelaparan.


"18 tahun saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia tidak ada orang lapar di Indonesia," ucap Prabowo.


Prabowo juga menyoroti persoalan kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Dia berharap tidak ada lagi orang tua yang kesulitan ketika anaknya sakit maupun anak-anak yang harus pergi ke sekolah tanpa makan.


"Biar tidak ada bapak dan ibu yang bingung melihat anaknya sakit. Tidak ada anak di Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan," tuturnya.


Dia menilai kekurangan gizi dapat memengaruhi pertumbuhan anak, termasuk kondisi fisik, sehingga dapat berdampak pada kemampuan mereka untuk bersaing di masa mendatang.


"Tidak ada anak-anak di Indonesia yang stunting, tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, otot-otot yang lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin lihat itu. Itu bukan sumpah saya," urainya.


Karena itu, Prabowo kembali menegaskan tekadnya untuk membawa Indonesia menuju kondisi yang lebih sejahtera. Dia menyebut kesejahteraan rakyat sebagai bagian dari sumpah pengabdiannya kepada bangsa dan negara.


"Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya," paparnya. (JAWAPOS)

Singgung Backing Tambang Illegal, Prabowo Minta TNI Tegakkan Disiplin

Singgung Backing Tambang Illegal, Prabowo Minta TNI Tegakkan Disiplin

 

Presiden RI Prabowo Subianto meminta para pejabat di lingkungan TNI untuk berani menegakkan disiplin dengan menindak setiap pelanggaran yang ada sekaligus menjadi contoh bagi anak buah mereka. "Ya saya ingatkan adik-adik saya, junior-junior yang memegang kepemimpinan di TNI dan di mana-mana, saya ingatkan bahwa sebagai pemimpin kita harus berani menegakkan disiplin ke dalam dan memberi contoh ke dalam," kata Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip pada Jumat (18/9/2026). 


Prabowo pun mengimbau semua lembaga, termasuk TNI, untuk memperbaiki diri, serta meningkatkan kompetensi dan profesionalitas. Sebab, menurut dia, aksi penyelewengan, tidak disiplin, korupsi, kerap menjangkiti semua institusi.


"Jadi kita harus memperbaiki pendidikan dan saya juga sudah, sudah memberi istilahnya isyarat atau himbauan ke semua lembaga untuk membersihkan diri masing-masing. Leadership masing-masing. Termasuk TNI," tutur dia.


Prabowo pun menyinggung adanya praktik backing tambang-tambang ilegal yang dilakukan orang-orang berkuasa.

 

"Ya kalau ada umpamanya tambang-tambang ilegal, biasanya itu dapat backing. Dapat perlindungan. Dari siapa? Ya dari mereka yang punya kekuasaan kan," kata Prabowo. Menurut dia, setiap penyelewengan dan kegiatan ilegal seperti itu justru harus ditertibkan. 


"Ya ini, ini yang harus kita, kita tertibkan. Makanya makanya pekerjaan Indonesia ini tidak, tidak gampang kita. Tapi harus kita lakukan," kata dia


Prabowo pun mengaku sering memberikan pengarahan kepada jajaran TNI soal nilai-nilai kepemimpinan. Bahkan, Prabowo juga menilai seluruh kementerian/lembaga perlu direvitalisasi. 


"Jadi setiap saya kasih pengarahan kadang-kadang kepada komandan-komandan batalion ke atas, saya kasih slide-slide ini. Saya paparkan. 'Kamu mau negaramu seperti ini terus?'," ucap Prabowo. "Karena kamu nanti yang akan ambil alih. Kalau ini diteruskan, susah Indonesia bertahan. Jadi itu, itu tantangannya itu.


Memang bener. Semua institusi harus kita apa? Revitalisasi. Dan ini butuh leadership yang bagus dari pejabat-pejabat yang mimpin," sambung dia. (KOMPAS)